skip to Main Content
Komparasi Pendidikan Di Negara Maju: Asia (Jepang) Dan Australia

Komparasi Pendidikan Di Negara Maju: Asia (Jepang) Dan Australia

  • Sistem Pendidikan di Jepang

Jepang yang terletak di wilayah Asia Timur merupakan negara yang berhasil bangkit dari keterpurukan akibat mengalami kekalahan dalam Perang Dunia Kedua setelah dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima (6 Agustus 1945) dan Nagasaki (9 Agustus 1945). Keberhasilan bangkitnya “Negeri Sakura” ini dari keterpurukan tersebut salah satunya adalah berkat peran penting dari kualitas pendidikan negaranya yang akhirnya membuat Jepang mengalami modernisasi yang pesat dan menjadi negara dengan perekonomian yang kuat di Asia Timur. Meskipun negara Jepang tidak begitu kaya dengan Sumber Daya Alam, namun Jepang memiliki Sumber Daya Manusia yang berkualitas yang dapat menyokong modernisasi, perkembangan teknologi, dan pembangunan ekonomi.

komparasi-pendidikan

Jepang adalah negara yang menganut ajaran konfusianisme yang merupakan suatu perangkat kepercayaan yang menekankan tentang harmoni, stabilitas, dan konsensus (musyawarah mufakat) serta menekankan pada hirarki dan pemimpin mendapat mandat dari Tuhan. Salah satu nilai yang terkandung di dalam ajaran tersebut adalah sangat menjunjung tinggi nilai pendidikan. Pemerintah Jepang memberikan perhatian serius terhadap pendidikan agar semua siswa dapat memperoleh pendidikan yang sama. Selain menjunjung tinggi nilai pendidikan, ajaran ini juga menjunjung nilai meritokrasi yaitu seseorang dapat memperoleh kesempatan atau kedudukan asalkan orang tersebut menunjukan kualitas diri dan memberikan kontribusi. Nilai meritokrasi tidak hanya diterapkan dalam jalannya pemerintahan di Jepang. Pemerintahan di Jepang berdasarkan pada merit atau balas jasa di mana yang memerintah dan mempunyai kedudukan adalah seseorang yang sudah memberikan kontribusi terhadap jalannya perpolitikan di negara tersebut. Nilai meritokrasi juga diterapkan dalam bidang pendidikan. Individu yang berprestasi dan berintelektual tinggi dengan menunjukan hasil yang memuaskan dalam setiap ujian akan mendapatkan kesempatan yang luas dalam pekerjaan maupun adanya pengakuan dari masyarakat. Prestasi yang cemerlang dan intelektualitas individu pandang sebagai hasil dari kerja keras. Dengan demikian, setiap siswa akan belajar dengan giat dan mengambil kelas tambahan jika diperlukan dengan dukungan dari orangtua dan guru mereka.

Sikap individu yang berusaha keras untuk mendapatkan pengakuan dari masyarakat dan mengharapkan kesempatan yang luas di berbagai bidang akhirnya menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun hal tersebut juga perlu didukung oleh kurikulum yang sesuai yang diajarkan di sekolah. Presiden Japan Comparative Education Society, Yutaka Otsuka menyampaikan bahwa pembinaan karakter merupakan salah satu hal yang ditonjolkan dalam sistem pendidikan di Jepang (UNDP, 2014). Selain itu, prioritas utama dalam pendidikan modern di Jepang saat ini adalah tercapainya keharmonisan antara sikap pribadi siswa dan kemampuan mereka untuk bekerjasama dengan orang lain (Puspitarini, 2014).

2.1.1 Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan Jepang tercantum dalam undang-undang pokok pendidikan tahun 1947 ayat 1, bahwa pendidikan Jepang bertujuan untuk mengembangkan sepenuhnya kepribadian setiap individu, baik secara fisik maupun psikis, yang cinta kebenaran dan keadilan, menghormati nilai-nilai pribadi dan orang lain, menghargai pekerjaan, memiliki rasa tanggung jawab dengan semangat kemerdekaan sebagai pendiri negara dan masyarakat yang damai. Titik berat pendidikan Jepang adalah pengembangan kemampuan dasar dalam diri generasi muda, dengan asumsi bahwa generasi muda harus siap menyesuaikan diri dengan kemajuan IPTEK yang global.

  • Sistem Pengelolaan Pendidikan
  • Manajemen Pendidikan

Pada tingkat nasional, tanggung jawab pendidikan ada pada Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan. Kementerian memberikan pedoman untuk menyusun kurikulum, mata pelajaran, serta persyaratan kredit mulai dari TK hingga ke Perguruan Tinggi. Kementerian juga bertanggung jawab terhadap pengembangan buku teks untuk sekolah dasar dan menengah.

Setelah ditingkat nasional, pada distrik terdapat dewan pendidikan yang bertanggung jawab terhadap supervisi atas masalah-masalah personalia pada lembaga pendidikan pemerintah, memberikan inservice training asset cultural, dan memberikan nasihat kepada lembaga-lembaga pendidikan. Pada masing-masing kota praja terdapat tiga sampai lima orang dewan pendidikan dengan fungsi utama mengurusi institusi pendidikan di kota praja.

  • Anggaran Pendidikan

Sistem administrasi keuangan pendidikan di Jepang disediakan bersama-sama antara pemerintah pusat, distrik, dan kota praja, yang diambil dari pajak dan dari sumber-sumber yang lain. Anggaran pendidikan Jepang pada tahun 1980 adalah sebesar 16,7 triliun yen atau 97.000 juta dolar AS atau 19,7% dari total anggaran belanja pemerintah Jepang, dengan alokasi sebesar 54.55% untuk wajib belajar, 17,9% untuk pendidikan menengah, dan 21,1% untuk pendidikan tinggi, sedangkan pada tahun 1992-1994 anggaran pendidikan Jepang sebesar 3,6% dari GNPnya.

  • Guru atau Personalia

Untuk menjadi guru SD dan sekolah menengah di Jepang, guru harus dididik atau dilatih di universitas, pascasarjana dan junior collage yang dipilih oleh kementerian pendidikan. Guru selanjutnya akan memperoleh sertifikat mengajar dari dewan pendidikan distrik yang berlaku disemua distrik. Sertifikat untuk guru SD memberikan kewenangan untuk mengajar semua mata pelajaran, sementara untuk guru menengah hanya pada mata pelajaran tertentu saja. Sertifikat diperoleh saat setelah lulus rekrutmen yang dilakukan oleh Dewan Pendidikan Distrik.

  • Kurikulum

Kurikulum sekolah ditentukan oleh menteri pendidikan yang kemudian dikembangkan oleh dewan pendidikan distrik dan kota praja. Kurikulum awal tahun 1980 memuat mata pelajaran untuk SD yang terdiri dari bahasa Jepang sebagai pengantar, ilmu sosial, berhitung, ilmu pengetahuan umum, musik atau seni dan kerajinan, pendidikan jasmani dan kerumahtanggaan. Disamping itu, terdapat pendidikan moral wajib belajar 9 tahun.

Pengembangan kurikulum di Jepang disusun oleh sebuah komite khusus di bawah kontrol Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (MEXT). Komisi kurikulum terdiri dari wakil Teacher Union, praktisi, dan pakar pendidikan, wakil dari kalangan industri, dan wakil dari MEXT. Komisi ini bertugas untuk mempelajari tujuan dari pendidikan Jepang yang terdapat dalam Fundamental Education Law (Kyouiku kihonhou), kemudian menyesuaikannya dengan dengan perkembangan yang terjadi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dalam menyusun draf kurikulum seringkali terjadi perdebatan panjang antara wakil-wakil persatuan guru dan wakil kementrian karena kepentingan politik. 

Kurikulum di level sekolah disusun dengan kontrol penuh dari The Board of Education di Tingkat Prefectur dan municipal (distrik). Karena kedua lembaga ini masih terkait erat dengan MEXT, maka pengembangan kurikulum Jepang masih sangat kental sifat sentralistiknya. Namun rekomendasi yang dikeluarkan oleh Central Council for Education (chuuou shingi kyouiku kai) pada tahun 1997 memungkinkan sekolah berperan lebih banyak dalam pengembangan kurikulum di masa mendatang. Pembaharuan kurikulum di Jepang mengikuti pola 10 tahunan. Hal-hal baru dimasukkan dalam setiap perubahan kurikulum yang terjadi. Pertimbangan dilakukan perubahan kurikulum adalah adanya perubahan sosial dan ekonomi masyarakat Jepang khususnya dan dunia pada umumnya. Berikut ini adalah perubahan kurikulum yang pernah dilakukan Jepang.

  1. Pada tahun 1955, kurikulum pendidikan setelah PDII disusun, kurikulum ini merupakan kurikulum yang paling padat dan memuat pengetahuan yang paling banyak dibandingkan dengan kurikulum-kurikulum berikutnya.
  2. Pada tahun 1967, kurikulum pendidikan Jepang menerima metode Investigative Learning, yang memuat materi pengajaran sedikit, hanya bagian-bagian yang sesuai dan memungkinkan dilakukannya kegiatan investigative yang termuat di dalam kurikulum ini. 
  3. Tahun 1977 kurikulum diubah lagi. Kali ini menganut sistem pendidikan yang tidak membebani siswa. Dengan pengaruh ini semua siswa dites, berdasarkan hasil tes ini bagian dari kurikulum yang dianggap sulit dibuang, dengan demikian isi kurikulum berkurang lagi. 
  4. Tahun 1988 terjadi perubahan pandangan pada kalangan pendidikan di Jepang. Pada saat ini kegiatan hands-on dianggap penting. Maka dalam kurikulum hanya topik-topik yang bisa dihands-on kan saja yang dimuat, bagian yang tidak memungkinkan kegiatan hands-on tidak dimuat di dalam kurikulum.
  5. Kurikulum 1998, apabila dibandingkan dengan kurikulum lainnya, kurikulum ini merupakan yang paling sedikit dan paling ringan muatannya. Kurikulum ini mendapat kritikan dari kalangan pengusaha seperti Toyota dan Sharp. Mereka menganggap kurikulum yang ada tidak memberikan kesempatan belajar yang cukup bagi anak-anak berbakat. Anak-anak yang cemerlang dianggap tidak mendapat tantangan yang cukup dari kurikulum yang sekarang ini. 

Penerapan kurikulum 1998 membuat pemerintah harus berusaha keras untuk mengubah pola pikir guru-guru Jepang. Guru-guru di Jepang sejak jaman perang percaya bahwa pendidikan bersifat massal dan sama. Pendidikan yang menjurus kepada kekhasan tertentu atau menerapkan pola atau metode yang lain daripada yang lain dianggap salah. Guru-guru Jepang senantiasa percaya bahwa semua siswa harus memiliki prestasi yang sama, kedisiplinan yang sama dengan sistem pendidikan yang sama pula. Adanya kurikulum 1998 memberikan pengertian bahwa setiap anak punya potensi yang berbeda dengan lainnya dan inilah yang harus dibina. Kurikulum yang baru bersifat fleksibel dan memungkinkan sekolah untuk meramu kurikulum sendiri berdasarkan kondisi daerah, sekolah dan siswa yang mendaftar. Sebagai pengganti kurikulum 1998, pada tahun 2001 Kementrian Pendidikan Jepang mengeluarkan rencana reformasi pendidikan di Jepang yang disebut sebagai `Rainbow Plan`. Isi Rainbow plan meliputi:

  1. Mengembangkan kemampuan dasar siswa dalam model pembelajaran yang menyenangkan. Ada 3 pokok arahan yaitu, pengembangan kelas kecil terdiri dari 20 anak per kelas, pemanfaatan Teknologi Informasi dalam proses belajar mengajar dan pelaksanaan evaluasi belajar secara nasional
  2. Mendorong pengembangan kepribadian siswa menjadi pribadi yang hangat dan terbuka melalui keaktifan siswa dalam kegiatan kemasyarakatan, juga perbaikan mutu pembelajaran moral di sekolah.
  3. Mengembangkan lingkungan belajar yang menyenangkan dan jauh dari tekanan, diantaranya dengan kegiatan ekstra kurikuler olah raga, seni, dan sosial lainnya.
  4. Menjadikan sekolah sebagai lembaga yang dapat dipercaya oleh orang tua dan masyarakat. Tujuan ini dicapai dengan menerapkan sistem evaluasi sekolah secara mandiri, dan evaluasi sekolah oleh pihak luar, pembentukan school councillor, komite sekolah yang beranggotakan orang tua, dan pengembangan sekolah berdasarkan keadaan dan permintaan masyarakat setempat.
  5. Melatih guru untuk menjadi tenaga professional, salah satunya dengan pemberlakuan evaluasi guru, pemberian penghargaan dan bonus kepada guru yang berprestasi, juga pembentukan suasana kerja yang kondusif untuk meningkatkan etos kerja guru, dan pelatihan bagi guru yang kurang cakap di bidangnya.
  6. Pengembangan universitas bertaraf internasional
  7. Pembentukan filosofi pendidikan yang sesuai untuk menyongsong abad baru melalui reformasi konstitusi pendidikan (kyouiku kihon hou).

Hingga tahun 2007 ketujuh poin telah dilaksanakan secara simultan, walaupun di beberapa bagian masih ada yang diperdebatkan. Protes berasal dari kalangan guru, masyarakat dan pemerhati pendidikan. Salah satu bagian yang masih menjadi perdebatan adalah pendidikan moral berkaitan dengan nasionalisme, perlu tidaknya menceritakan sejarah perang kepada anak didik, perlu tidaknya menyanyikan lagu Kimigayo atau mengibarkan bendera hinomaru. Keunggulan Rainbow Plan ada pada point ke-4. Dengan point ini sekolah berupaya membuka diri kepada masyarakat dan orang tua. Program yang dapat dijalankan misalnya dengan program jugyou sanka (orang tua yang menghadiri kelas anak-anaknya), sougou teki jikan (integrated course) yang melibatkan masyarakat setempat, dan forum sekolah. Poin ke-5 sampai saat ini masih dibicarakan. Hal yang menjadi perdebatan adalah adanya `kyouin hyouka` yaitu sistem evaluasi guru yang dibebankan kepada The Board of Education dan sertifikasi mengajar melalui training atau pendidikan guru.

  • Evaluasi

Pada semua tingkat sistem pendidikan di Jepang harus menempuh berbagai ujian yang merupakan persyaratan untuk naik kelas atau untuk mendapatkan ijazah atau sertifikat. Bagi siswa yang kehadirannya kurang dari 5% tahun belajar dan hasil nilai ujian jelek, maka diwajibkan untuk mengulang pada level atau tingkatan yang sama.

Referensi :

  1. https://www.gurupendidikan.co.id/
  2. https://www.dosenpendidikan.co.id/
  3. https://rollingstone.co.id/
  4. https://daftarpaket.co.id/
  5. https://merkbagus.id/

Sumber :

  1. https://memphisthemusical.com/
  2. https://officialjimbreuer.com/
  3. https://pendidikan.co.id/
  4. https://duniapendidikan.co.id/
  5. https://pakdosen.co.id/

Sumber :

  1. https://teknosentrik.com/
  2. https://voi.co.id/
  3. https://www.sudoway.id/
  4. https://newsinfilm.com/
  5. https://pengajar.co.id/

Sumber :

  1. https://www.mobifrance.com/
  2. https://bootb.com/
  3. https://excite.co.id/
  4. https://exposicionesmapfrearte.com/
  5. https://www.ayoksinau.com/
  6. https://merekbagus.co.id/
  7. https://www.dulurtekno.co.id/

Lihat Juga :

  1. https://dolanyok.com/
  2. https://hargaburung.id/
  3. https://www.dosenmatematika.co.id/
  4. https://www.kuliahbahasainggris.com/
  5. https://www.sekolahbahasainggris.co.id/
  6. https://www.ilmubahasainggris.com/

Referensi :

  1. https://www.belajarbahasainggrisku.id/
  2. https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/
  3. https://apkmod.co.id/
  4. https://file.daftarpaket.co.id/
  5. https://merkterbaik.teknosentrik.com/
  6. https://freemattandgrace.com/
  7. https://merpati.co.id/
  8. https://sel.co.id/
  9. https://www.jawarafile.com/
  10. https://jalantikus.app/
  11. https://www.kakakpintar.id/
  12. https://ruangseni.com/
  13. https://ngelag.com/
  14. https://www.ram.co.id/
  15. https://situsiphone.com/
Back To Top